Follow us: Subscribe via RSS Feed Connect on YouTube Connect on YouTube

Teori Fungsi keluarga dalam ilmu keperawatan komunitas

Fungsi keluarga

tugas dan fungsi keluarga
Fungsi keluarga dari terbentuknya sebuah keluarga mempunyai berbagai fungsi dalam menunjang kehidupan dalam Keluarganya.
Beberapa ahli mempunyai perbedaan dalam menyebutkan fungsi dalam keluarga.

Fungsi keluarga menurut Friedman
Friedman ( 1998:13 ) mengidentifikasikan lima fungsi dasar keluarga, yaitu:
  • Fungsi afektif. 
  • Fungsi afektif berhubungan erat dengan fungsi internal keluarga, yang merupakan basis kekuatan keluarga. Fungsi afektif  berguna untuk pemenuhan kebutuhan psikososial. Keberhasilan melaksanakan fungsi afektif tampak pada kebahagiaan dan kegembiraan dari seluruh anggota keluarga. Tiap anggota keluarga saling mempertahankan iklim yang positif. Komponen yang perlu dipenuhi oleh keluarga dalam melaksanakan fungsi afektif adalah; saling mengasuh, cinta kasih, kehangatan, saling menrima, saling mendukung, saling menghargai, dan ikatan antar anggota keluarga dikembangkan melalui proses identifikasi dan penyesuaian pada berbagai aspek kehidupan anggota keluarga. Dari aspek fungsi afektif dapat disimpulkan bahwa fungsi afek merupakan sumber energi yang menentukan kebahagiaan keluarga. Keretakan keluarga, kenakalan anak atau masalah keluarga timbul karena fungsi afektif yang tidak terpenuhi.
  • Fungsi sosialisasi. 
  • Sosialisasi adalah proses perkembangan dan perubahan yang dilalui  individu, yang menghasilkan interaksi social dan belajar berperan dalam lingkungan social (Friedman, 1998:13). Keberhasilan perkembangan individu dan keluarga dicapai melalui interaksi atau hubungan antar anggota keluarga yang diwujudkan dalam sosialisasi.
  • Fungsi Reproduksi. 
  • Keluarga berfungsi untuk meneruskan kelangsungan keturunan dan menambah sumber daya manusia. Dengan adanya program keluarga berencana maka fugsi ini sedikit terkontrol.
  • Fungsi Ekonomi. 
  • Fungsi ekonomi merupakan fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga, seperti kebutuhan akan makan, pakaian, dan tempat untuk berlindung (rumah).
  • Fungsi Perawatan Kesehatan. 
  • Keluarga juga berfungsi untuk melaksanakan praktek asuhan kesehatan yaitu untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan dan atau merawat anggota keluarga yang sakit. Kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan kesehatan mempengaruhai status kesehatan keluarga. Keluarga yang dapat melaksanakan tugas kesehatan berarti sanggup menyelesaikan masalah kesehatan keluarga.

Tugas Keluarga

Berdasarkan fungsi perawatan keluarga inilah yang kemudian dikembangkan menjadi tugas keluarga dibidang kesehatan.
Adapun tugas kesehatan keluarga  (Friedman, 1998)  adalah;
  • mengenal masalah kesehatan, 
  • membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat, 
  • memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit, 
  • mempertahankan atau menciptakan suasana rumah yang sehat dan 
  • mempertahankan hubungan dengan (menggunakan ) fasilitas kesehatan masyarakat.

Fungsi keluarga menurut Effendy

Fungsi keluarga menurut ahli yang lain yaitu Effendy (1998:35), membagi fungsi keluarga menjadi
  • fungsi biologis, 
  • Fungsi biologis keluarga adalah untuk meneruskan keturunan, memelihara dan membesarkan anak. Memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan memelihara serta merawat anggota keluarga juga merupakan fungsi biologis yang dapat dijalankan keluarga (Effendy, 1998:35).
  • fungsi psikologis, 
  • Fungsi psikologis yang dapat dijalankan keluarga adalah memberikan kasih sayang dan rasa aman, memberikan perhatian di antara anggota keluarga, membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga serta memberikan identitas keluarga.
  • fungsi sosialisasi, 
  • Adapun fungsi sosialisasi keluarga yaitu membina sosial pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan yang krusial adalah menaruh nilai-nilai budaya keluarga (Effendy, 1998:35).
  • fungsi ekonom
  • Keluarga juga mempunyai fungsi ekonomi yaitu mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kebutuhan keluarga tidak hanya sesaat, tetapi terus berlanjut sehingga keluarga perlu dapat mengatur ekonomi keluarga sehingga dapat menunjang kehidupan baik sekarang maupun yang akan datang. Untuk mempersiapkan kebutuhan yang akan datang, keluarga dapat menabung yang berguna untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga di masa yang akan datang, misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua dan sebagainya (Effendy, 1998:35).
  • fungsi pendidikan. 
  • Memasuki taraf anak sekolah dan dewasa, keluarga mempunyai fungsi pendidikan. Dalam hal ini fungsi keluarga adalah menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki dan berguna untuk mempersiapkan anak dalam memenuhi peranannya sebagai orang dewasa. Keluarga juga melaksanaan fungsi pendidikan baik di rumah maupun diluar rumah dengan cara mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya (Effendy, 1998:35).

Dari berbagai fungsi keluarga di atas, Effendy (1998:36) menyebutkan tiga fungsi pokok keluarga terhadap anggotanya yaitu
  • asih, 
  • Asih adalah memberikan kasih sayang, perhatian, rasa aman, kehangatan kepada anggota keluarga sehingga memungkinkan mereka tumbuh dan berkembang sesuai usia dan kebutuhannya.
  • asuh
  • Asuh adalah memenuhi kebutuhan pemeliharaan dan perawatan anak agar kesehatannya selalu terpelihara, sehingga diharapkan menjadikan mereka anak-anak yang sehat baik fisik, mental, sosial dan spiritual.
  • asah.
  • asah adalah memenuhi kebutuhan pendidikan anak, sehingga siap menjadi manusia dewasa yang mandiri dalam mempersiapkan masa depannya, misalnya dengan menyekolahkan anak-anak (Effendy, 1998:36).
Indonesia dalam fungsi keluarga membagi menjadi delapan (UU No. 10. tahun 1992 jo PP No.21 tahun 1994:14) yaitu: 
  • fungsi keagamaan. Keluarga berfungsi dalam membina, menerjemahkan, memberi contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari, melengkapi dan menambah proses kegiatan belajar keagamaan dan membina rasa, sikap dan praktik kehidupan keluarga beragama. Hal ini dalam keluarga sebagai fondasi menuju keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
  • Keluarga sebagai fungsi budaya yaitu membina dalam meneruskan norma dan budaya masyarakat dan bangs, membina dalam menyaring budaya asing yang tidak sesuai, membina dalam pemecahan masalah dari pengaruh negatif globalisasi, membina agar berperilaku positif dan membina budaya yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia yang selaras, sesuai dan seimbang.
  • Dalam fungsi cinta kasih didalam keluarga, dengan menumbuhkembangkan potensi kasih sayang, membina tingkahlaku, membina praktik kecintaan terhadap kehidupan ukhrowi dan mampu memberi dan menerima kasih sayang sebagai pola hidup yang ideal.
  • Fungsi perlindungan, dengan memberi rasa aman keluarga baik fisik maupun psikis dan menjadikan stabilitas dan keamanan keluarga. 
  • Fungsi reproduksi, membina sebagai wahana reproduksi sehat  dengan memberikan contoh kaidah – kaidah pembentukan keluarga baik yang berkaitan dengan melahirkan, jarak anak, jumlah ideal anak dalam keluarga sebagai modal kondusif keluarga. Fungsi sosialisasi, membina proses sosialisasi dalam meningkatkan kematangan dan kedewasaan anak sehingga dapat bermanfaat positif.
  • Keluarga berfungsi ekonomi, melakukan kegiatan ekonomi, mengelola, mengatur hasil kegiatan ekonomi sebagai modal dalam mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. 
  • Fungsi pelestarian lingkungan, dengan membina kesadaran, sikap, praktik perilaku pelestarian lingkungan.
Dari berbagai literatur diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi keluarga mempunyai bermacam fungsi yang bertujuan dalam mewujudkan keluarga yang penuh dengan sifat asah, asih dan asuh sehingga dapat terpenuhi tujuan dalam pembentukan keluarga yang sejahtera.
Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
askepdb.blogspot.com © Copyright 2012. All Rights Reserved.
Created by: George Robinson.
Proudly powered by Blogger.
imagem-logoBack to TOP