Follow us: Subscribe via RSS Feed Connect on YouTube Connect on YouTube

Kerusakan integritas jaringan kulit diagnosa keperawatan

Kerusakan integritas jaringan kulit

 diagnosa keperawatan Kerusakan integritas jaringan kulit
mengulas tentang diagnosa keperawatan Kerusakan integritas jaringan kulit mulai dari definisi Kerusakan integritas jaringan kulit, faktor-faktor yang berhubungan dengan Kerusakan integritas jaringan kulit, intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah Kerusakan integritas jaringan kulit

 

Definisi Kerusakan integritas jaringan kulit

Keadaan dimana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami kerusakan jaringan epidermis dan dermis.

Faktor yang berhubungan Kerusakan integritas jaringan kulit
(Lihat kerusakan integritas jaringan)

Data mayor
Gangguan jaringan kulit epidermis dan dermis

Data minor
Pencukuran kulit
Eritema
Lesi
Pruritus

Kriteria hasil
Individu akan :
1. Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab untuk ulkus karena tekanan.
2. mengidentifikasi rasional untuk pencegahan dan pengobatan.
3. berpartisipasi dalam rencana pengobatan yang dianjurkan untuk meningkatkan penyembuhan luka.
4. Memperlihatkan kemajuan penyembuhan luka ulkus dermis.

Intervensi keperawatan pada diagnosa keperawatan Kerusakan integritas jaringan kulit

1. Identifikasi tahap perkembangan ulkus dekubitus
a. Tahap I : Eritema yang tidak memutih dari kulit yang utuh.
b. Tahap II : Ulserasi pada epidermis dan/atau dermis.
c. Tahap III : Ulserasi meliputi lemak sub kutan
d. Tahap IV : Ulserasi menembus otot rangka atau struktur penunjang.
2. Cuci area yang kemerahan dengan lembut menggunakan sabun ringan, bilaslah seluruh area dengan bersih untuk menghilangkan sabun dan keringkan.
3. masase dengan lembut kulit sehat disekitar area yang sakit untuk merangsang sirkulasi; jangan masase area jika tampak kemerahan.
4. Lindungi permukaan kulit yang sehat dengan satu atau kombinasi berikut.
a. Oleskan lapisan tipis cairan coplymer skin sealant.
b. Tutup area dengan balutan film permeable lembab.
5. Tingkatkan masukan protein dan karbohidrat untuk mempertahankan keseimbangan nitrogen positif; timbang individu setiap hari dan tentukan kadar albumin serum setiap minggu untuk memantau status.
6. Pikirkan rencana penatalaksanaan luka tekan dengan menggunakan prinsip-prinsip penyembuhan luka :
a. Kaji status luka tekan (warna, bau, jumlah drainase dari luka dan sekeliling kulit)
b. Bersihkan jaringan nekrotik (kolaborasi dengan dokter)
c. Bilas dasar ulkus dengan cairan salin steril.
d. Lindungi tepi luka yang sedang granulasi dari trauma.
e. Tutup luka tekan dengan balutan steril sehingga dapat mempertahankan lingkungan di atas dasar ulkus tetap lembab (mis; balitan film, balutan kassa lembab).
f.  Hindari agen-agen yang dapat mengeringkan (lampu pemanas, cream magnesium).
g. Pantau tanda-tanda klinis dari infeksi luka.
7. Kunsulkan dengan perawat spesialis atau dokter untuk pengobatan luka tekan tahap IV.
8. Rujuk ke agensi keperawatan komunitas jika diperlukan tambahan bantuan di rumah.

Risiko kerusakan jaringan kulit


Kriteria hasil
Individu akan :
1. Mengekspresikan hasrat untuk ikut serta dalam pencegahan luka tekan.
2. Menggambarkan etiologi dan tindakan-tindakan pencegahan.
3. Memperlihatkan integritas kulit bebas dari luka tekan.

Intervensi
1. Pertahankan kecukupan masukan cairan untuk hidrasi yang adekuat ( + 2500 ml/hari, kecuali ada kontraindikasi). Periksa membran mukosa dalam mulut terhadap kelembaban dan periksa berat jenis urine.
2. Tetapkan jadwal untuk pengosongan kandung kemih (mulai dengan setiap 2 jam). Jika individu mengalami kekacauan mental, tetapka bagaimana pola kontinens dan lakukan intervensi sebelum terjadi inkontinens. Jelaskan masalah kepada individu dan pastikan kerjasama untuk perencanaan.
3. Apabila terjadi inkontinens, cuci perineum dengan cabun cair yang tidak merubah pH kulit dan oleskan pelindung untuk daerah perineal (pembersih).
4. Berikan dorongan latihan rentang gerak dan mobilitas gerak badan, bila mungkin.
5. Ubah posisi atau instruksikan individu untuk berbalik atau mengangkat badan setiap 30 menit sampai 2 jam, tergantung pada faktor penyebab lain dan kemampuan kulit untuk pulih dari tekanan.
6. frekwensi dari jadwal mengubah posisi tubuh harus ditingkatkan jika ada area yang memerah yang tampak tidak hilang dalam 1 jam.
7. Pertahankan tempat tidur sedatar mungkin untuk mengurangi kekuatan gesekan; batasi posisi fowler’s hanya 30 menit pada suatu waktu.
8. Gunakan jumlah staf yang cukup untuk mengangkat pasien di tempat tidur atau kursi daripada menarik atau mendorong permukaan kulit.
9. Instruksikan individu untuk mengangkat dirinya dengan menggunakan lengan kursi setiap 10 menit jika mungkin atau bantu individu bangkit dari kursi setiap 10-20 menit, tergantung pada faktor-faktor risiko yang ada.
10. Amati adanya eritema dan kepucatan, dan lakukan palpasi untuk mengetahui adanya kehangatan dan jaringan seperti spon pada setiap perubahan posisi.
11. Jangan gosok area kemerahan atau menggosok diatas tonjolan tulang.
12. Tingkatkan masukan karbohidrat dan protein untuk mempertahankan keseimbangan nitrogen positif; timbang individu setiap hari dan tentukan kadar albumin serum setiap minggu untuk memantau status.
13. Instruksikan individu dan keluarga tentang teknik-teknik spesifik yang digunakan dirumah untuk mencegah ulkus akibat tekanan.

demikian ulasan mengenai tentang diagnosa keperawatan Kerusakan integritas jaringan kulit mulai dari definisi Kerusakan integritas jaringan kulit, faktor-faktor yang berhubungan dengan Kerusakan integritas jaringan kulit, intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah Kerusakan integritas jaringan kulit, semoga bermanfaat

Share this article :

1 comments:



  1. Really impressive & helpful blog for me, I was searching this kind of information from a long time. Thanks for help me.

    Integritas Solutions

    BalasHapus

 
askepdb.blogspot.com © Copyright 2012. All Rights Reserved.
Created by: George Robinson.
Proudly powered by Blogger.
imagem-logoBack to TOP